Membuat Guest Book..!!???

Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
1
Membuat Guest Book Dengan
ASP dan Miicrosoft Access
Sony Arianto Kurniawan
sonyarianto@yahoo.com
Pembaca yang budiman ;) Kali ini penulis akan menyajikan tulisan sederhana mengenai pembuatan
guest book atau buku tamu dengan menggunakan ASP (Active Server Pages) dan Microsoft Access.
Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan guest book ini. Hampir sebagian besar situs di internet
menyediakan fasilitas guest book, terlebih lagi pada situs-situs personal.
Guest book bisa dibuat dengan menggunakan berbagai macam bahasa. Kali ini penulis menggunakan
ASP sebagai script untuk guest book dan data dari guest book tadi disimpan ke database yaitu database
Microsoft Access. Sebelum lebih jauh kita terbenam dengan tulisan ini maka ada baiknya kita
beristirahat sejenak sambil membaca pesan-pesan berikut.
Tulisan ini bersifat terbuka dan Anda bisa memberi saran dan kritik yang bisa dikirimkan ke
sonyarianto@yahoo.com. Anda dilarang keras mengutip sebagian atau seluruh tulisan ini tanpa
sepengetahuan penulis. Tulisan ini ditujukan kepada Anda yang penulis asumsikan sudah pernah
membuat script ASP dan mengetahui Microsoft Access.
OK, misi kita kali ini adalah membuat guest book. Beberapa hal yang harus disiapkan adalah:
1. Web server, Anda bisa menggunakan Personal Web Server 4.0 atau MS IIS atau sembarang web
server yang mendukung ASP.
2. Database untuk guest book, disini kita menggunakan Microsoft Access. Adapun pada misi kali ini
nama database-nya adalah web_db.mdb. Di dalam database tersebut ada satu tabel yaitu
tbl_guest_book dengan struktur sebagai berikut:
Field Name Type Size Allow Zero Length
—————————————————–
Tanggal Date/Time
Email Text 100 Yes
Nama Text 100 Yes
Pesan Memo Yes
IPAddress Text 15 Yes
—————————————————–
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
2
Field Tanggal digunakan untuk menyimpan tanggal pemasukan guest book. Field Email dan Nama
digunakan untuk menyimpan e-mail dan nama sang pengisi guest book. Field Pesan digunakan untuk
menyimpan pesan guest book. Field IPAddress digunakan untuk menyimpan IP address sang pengisi
guest book.
Nah, sekarang kita akan berbicara masalah script ASP guest book kita ini. Pada misi ini kita akan
membuat dua buah file atau script ASP. Berikut ini nama-nama file ASP nya beserta penjelasannya.
1. guestbookdisplay.asp, file ini digunakan sebagai form untuk mengisi guest book dan sekaligus juga
untuk menampilkan hasil pengisian guest book. File ini mengandung tag FORM yang akan
mengeksekusi file guestbooksave.asp yang bertugas menyimpan data guest book yang diisi oleh
pengunjung web. Anda bisa lihat pada gambar dibawah design tampilannya.
Dari gambar diatas terlihat bahwa pada bagian atas digunakan sebagai form untuk mengisikan guest
book dan pada bagian bawah digunakan untuk menampilkan hasil pengisian guest book oleh pengisi
guest book sebelumnya. Tampilan hasil tersebut akan diurutkan secara descending berdasarkan
tanggal pengisian guest book.
2. guestbooksave.asp, file ini adalah script ASP yang berfungsi untuk menyimpan data guest book ke
Microsoft Access. File ini dieksekusi dari script guestbookdisplay.asp diatas.
Berikut ini adalah script ASP guestbookdisplay.asp
<% Option Explicit %>
<%
Dim ConnString,RecSet,Counter
ConnString = “Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data
Source=C:\AriTech\websites\experiment\guestbook\web_db.mdb;Persist
Security Info=False”
Set RecSet = Server.CreateObject(“ADODB.RecordSet”)
RecSet.Open “select * from tbl_guest_book order by Tanggal
desc”,ConnString,1,3
If RecSet.RecordCount > 0 Then
RecSet.MoveFirst
End If
Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
3
%>
<html>
<head>
<title>Sony AK Guest Book</title>
</head>
<body>
<p><font face=”Tahoma” size=”2″><b>.: Sony AK Guest Book with
Microsoft Access
:.</b></font></p>
<form method=”POST” action=”guestbooksave.asp”>
<div align=”left”>
<table border=”0″ cellspacing=”0″ cellpadding=”0″>
<tr>
<td valign=”top”><font face=”Tahoma” size=”2″>Nama:</font></td>
<td valign=”top”><font face=”Tahoma” size=”2″><input type=”text”
name=”nama” size=”38″ maxlength=”100″></font></td>
</tr>
<tr>
<td valign=”top”><font face=”Tahoma” size=”2″>E-mail:</font></td>
<td valign=”top”><font face=”Tahoma” size=”2″><input type=”text”
name=”email” size=”38″ maxlength=”100″></font></td>
</tr>
<tr>
<td valign=”top”><font face=”Tahoma” size=”2″>Pesan:</font></td>
<td valign=”top”><font face=”Tahoma” size=”2″><textarea rows=”6″
name=”pesan” cols=”50″></textarea></font></td>
</tr>
</table>
</div>
<p><font face=”Tahoma” size=”2″><input type=”submit” value=”Simpan”
name=”B1″></font></p>
</form>
<hr>
<% dim StringBulan(11)
StringBulan(0) = “Januari”
StringBulan(1) = “Pebruari”
StringBulan(2) = “Maret”
StringBulan(3) = “April”
StringBulan(4) = “Mei”
StringBulan(5) = “Juni”
StringBulan(6) = “Juli”
StringBulan(7) = “Agustus”
StringBulan(8) = “September”
StringBulan(9) = “Oktober”
StringBulan(10) = “Nopember”
StringBulan(11) = “Desember”
%>
<% for Counter = 0 to RecSet.RecordCount – 1 %>
<div align=”left”>
<table border=”0″ width=”756″ cellspacing=”0″ cellpadding=”0″>
<tr>
<td width=”118″ align=”right”><font face=”Tahoma”
size=”2″>Tanggal&nbsp;</font></td>
<td width=”1″><font face=”Tahoma” size=”2″>:</font></td>
<td width=”632″><font face=”Tahoma”
size=”2″>&nbsp;<%=day(RecSet(“Tanggal”)) & ” ” &
StringBulan(month(RecSet(“Tanggal”))-1) & ” ” &
year(RecSet(“Tanggal”)) & “, ” & hour(RecSet(“Tanggal”)) & “:” &
minute(RecSet(“Tanggal”)) & “:” &
Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
4
second(RecSet(“Tanggal”))%></font></td>
</tr>
<tr>
<td width=”118″ align=”right”><font face=”Tahoma”
size=”2″>Nama&nbsp;</font></td>
<td width=”1″><font face=”Tahoma” size=”2″>:</font></td>
<td width=”632″><font face=”Tahoma”
size=”2″>&nbsp;<%=RecSet(“Nama”)%></font></td>
</tr>
<tr>
<td width=”118″ align=”right”><font face=”Tahoma” size=”2″>Email&
nbsp;</font></td>
<td width=”1″><font face=”Tahoma” size=”2″>:</font></td>
<td width=”632″><font face=”Tahoma” size=”2″>&nbsp;<a
href=”mailto:<%=RecSet(“Email”)%>”><%=RecSet(“Email”)%></a></font><
/td>
</tr>
<tr>
<td width=”118″ align=”right”><font face=”Tahoma”
size=”2″>Pesan&nbsp;</font></td>
<td width=”1″><font face=”Tahoma” size=”2″>:</font></td>
<td width=”632″><font face=”Tahoma”
size=”2″>&nbsp;<%=RecSet(“Pesan”)%></font></td>
</tr>
</table>
</div>
<hr>
<%
RecSet.MoveNext
Next
Set RecSet = Nothing
%>
</body>
</html>
Berikut ini adalah script ASP guestbooksave.asp
<% Option Explicit %>
<%
Dim Conn,ConnString
ConnString = “Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data
Source=C:\AriTech\websites\experiment\guestbook\web_db.mdb;Persist
Security Info=False”
Set Conn = Server.CreateObject(“ADODB.Connection”)
Conn.Open ConnString
Conn.Execute “insert into tbl_guest_book values (now,’” & _
Request.Form(“email”) & “‘,’” & _
Request.Form(“nama”) & “‘,’” & _
Request.Form(“pesan”) & “‘,’” & _
Request.ServerVariables(“REMOTE_ADDR”) & “‘)”
Set Conn = nothing
%>
<html>
<head>
<title>Sony AK Guest Book</title>
</head>
<body>
<p align=”center”><font face=”Tahoma” size=”2″>Terimakasih
<%=Request.Form(“nama”)%>, pesan Anda sudah disimpan !!<br>
Tips dan Trik IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
5
Silakan klik di <a href=”guestbookdisplay.asp”>sini</a>
untuk kembali.</font></p>
</body>
</html>
Pada contoh diatas file path dari file database adalah di C:\AriTech\websites\experiment\guestbook\.
Anda bisa menggantinya sesuai dengan letak database Anda.
OK, sekarang Anda bisa meletakkan kedua file script di atas pada folder web Anda dan coba
jalankan di browser. Misalnya http://localhost/guestbookdisplay.asp.
Selamat mencoba dan semoga bisa Anda kembangkan lebih lanjut. Jika ada komentar bisa Anda
kirim ke sonyarianto@yahoo.com.
Download kedua script ASP dan database MS Access diatas dari URL dibawah:
http://ilmukomputer.com/tipstrik/pemrograman/guestbook.zip

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.

Action Script 2.0 Pada Macro MX

Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
9
Kenallan dengan Actiion Scriipt 2..0
pada Fllash MX 2004 yuk!
Dimas Arno Prasetio
dont_let_it_be@yahoo.com
Macromedia Flash adalah sebuah software animasi yang sekarang menjadi software favorit para
web designer untuk membuat webnya terlihat dinamis dan lebih atraktif. Bahkan sekarang Flash
digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk presentasi, proposal modern, e-card, game
dll. Tutorial ini ditujukan untuk para designer yang sudah mengenal flash dan ingin mengeksplorasi
kehebatan flash, bagi yang masih pemula anda bisa mendownload ‘Tutorial Flash MX Bagi Pemula’,
tutorial bagus dari Yanis Oktri Pranita.
“Mengapa menggunakan Action Script 2.0, apa manfaatnya?”, Action Script 2.0 dirancang
untuk memudahkan programmer untuk membuat aplikasi berbasis flash, keuntungannya antara lain
adalah untuk system navigasi pada suatu situs atau presentasi, menghemat ukuran file, membuat halhal
yang bersifat interaktif. Agar lebih terasa keuntungannya anda dapat mencoba membuat aplikasi
yang penulis berikan. Penulis memberikan contoh aplikasi yang tidak langsung mengarah pada
contoh-contoh flash yang sudah ada, hal ini sengaja dirancang agar pembaca terangsang untuk
membuat sebuah aplikasi yang memang hasil dari kreatifitas sendiri.
Oke, capek penulis berbahasa formal, sekarang langsung aja kita first blood lho!?!, maksudnya
kita langsung ke pelajaran pertama, yatu pengenalan action script 2.0, jangan lupa sediakan es susu
putih, camilan, dan lagu-lagu kesayangan anda, untuk menambah kreatifitas dan konsentrasi
(setidaknya bekerja pada penulis, terkadang sampai jongkok di depan komputer kalo ide gak datengdateng
hohoho).
1. Action Script 2.0, Siap!!
Kalo anda sudah pernah bermain-main dengan javascript atau setidaknya sudah kenalan dengan
javascript ( ketemu di jalan ato di kampus hohoho), penulis yakin anda tidak akan terlalu susah
memahami action script, tapi kalo belum pernah pdkt dengan javascript, penulis yakin anda juga bisa
karena action script tidak terlalu sulit untuk dipahami, nanti penulis kenalin, tenang aja.
“Nah, sekarang dimana kita ngetik action scriptnya?”, pertanyaan yang bagus, klik window
kemudian pilih development tools lalu Actions atau tekan F9. Sekarang udah keluar jendela Actions,
sekarang masuk teori yang biasanya bikin pembaca ngantuk (saran dari penulis buat ngatasin
ngantuk : jongkok! ).
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali telah mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
10
1.1 Tipe Data dan Variabel
Tipe Data Keterangan
String Tipe data yang berupa kumpulan huruf, angka, atau symbol.
Number Tipe data yang berupa angka.
Boolean Tipe data yang berupa nilai yang berisi true(1) atau false(0).
Object Kumpulan dari berbagai properties.
Movie Clip Movie Clip adalah symbol untuk menghandle animasi, tipe data ini
hanya mengacu ke elment berupa grafik.
Null Tipe data Null hanya memiliki satu nilai yaitu null,biasanya
digunakan untuk mendefinisikan data yang belum terisi.
Undefined Tipe data Null hanya memiliki satu nilai yaitu undefined.
Variabel adalah suatu penampung data, contoh misal si kingkong(nama disamarkan) baru
nyolong duren dari pohon tetangganya (misal doang!!), eh tiba-tiba pemilik durennya keluar rumah,
trus kingkong panik mau nyimpen dimana, , karena saking bingungnya, tuh duren di masukin ke
kaos kutangnya. Nah berarti kaos kutang tersebut adalah sebuah variabel dan datanya adalah duren.
Penulisan variable ada aturannya juga, diantaranya :
• Tidak boleh menggunakan variabel yang sama dengan keyword atau literal dari Action Script
sendiri, contoh true,false, null, dll.
• Variabel harus unik, artinya nama variabel yang satu harus beda dengan nama variabel yang
lainnya, contoh kingkong1, kingkong2.
1.2 Operator
Operator digunakan untuk memanipulasi variabel.
Macam-macam operator :
Operator Keterangan
+ Penambahan
- Pengurangan
~ Bitwise NOT
! Logical NOT
Not Logical NOT (Flash 4 style)
++ Post-increment
– Post-decrement
( ) Function call
[ ] Array element
. Structure member
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
11
++ Pre-increment
– Pre-decrement
New Allocate object
Delete Deallocate object
Typeof Type of object
Void Returns undefined value
* Multiply
/ Divide
% Modulo
+ Add
Add String concatenation (formerly &)
- Subtract
<< Bitwise left shift
>> Bitwise right shift
>>> Bitwise right shift (unsigned)
< Less than
<= Less than or equal to
> Greater than
>= Greater than or equal to
Instanceof Instance of
Lt Less than (string version)
Le Less than or equal to (string version)
Gt Greater than (string version)
Ge Greater than or equal to (string version)
== Equal
!= Not equal
Eq Equal (string version)
Ne Not equal (string version)
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
12
| Bitwise OR
&& Logical AND
And Logical AND (Flash 4)
|| Logical OR
Or Logical OR (Flash 4)
?: Conditional
= Assignment
*=, /=, %=, +=, -=, &=, |=, ^=, <<=,
>>=, >>>=
Compound assignment
, Comma
“Wah banyak amat ya!!”, tenang itu cuma bikin anda keki doang hohoho , nah selanjutnya lebih
seru. So don’t let it be..
2. Aplikasi Penggunaan Action Script
Kita akan mencoba membuat aplikasi yang sederhana dulu yaitu membuat aplikasi sang kodok.
“Apaan tuh? aneh amat namanya”, iya penulis juga bingung mau di kasih nama apa, yang penting
kita coba dulu, okeh!.
2.1 Sang Kodok
Pada frame 1 buatlah seperti berikut :
Kemudian buat mata kiri sang kodok menjadi tombol dengan cara :
1. Klik dua kali mata kiri sang kodok sampai terseleksi.
2. Klik kanan, pilih convert to symbol, pilih button.
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
13
3. Klik mata kiri sang kodok yang sudah jadi tombol, kemudian tekan F9 untuk mengetikan
Action Script kita.
4. Ketikkan scriptnya seperti berikut :
on (release) {
gotoAndStop(2);
}
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
14
Pada frame 2 buatlah seperti berikut :
Buatlah tombol untuk mata kanan sang kodok, sama seperti pembuatan tombol pada mata kiri
sang kodok. Namun scriptnya :
on (release){
gotoAndStop(1);
}
Kemudian buat layer baru , pada frame satu masukkan scriptnya :
stop();
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
15
Tekan control + enter, nah sekarang matanya boleh di pencet-pencet. “Wah iya sekarang bisa
pindah-pindah frame, keren !!, tapi gak ngerti nih maksud dari scriptnya?”. Tenang-tenang semua
bisa diatur, oke sekarang penulis jelaskan arti scriptnya.
on (release) {
gotoAndStop(2);
}
Maksud dari script diatas adalah :
- on(release) adalah syntax untuk menjalankan perintah selanjutnya ketika tombol di tekan
kemudian di lepas.
- gotoAndStop(2) adalah syntax untuk menghandle timeline agar menunjuk ke frame 2 dan
berhenti di frame 2.
Bagaimana gampang kan, “Nah terus maksud bikin script stop() di layer baru itu apa?”, yang itu
maksudnya adalah ketika pertama kali kita panggil .swf-nya, timeline akan berhenti di frame satu,
sampai menunggu user mengklik mata sang kodok.
“Selain on release ada yang lain gak?”, Oo ada jangan takut, ada lumayan banyak kok. Nih,..
• Press, perintah dijalankan ketika kita menekan tombol.
• Release, perintah dijalankan ketika tombol ditekan kemudian di lepas pada area tombol.
• releaseOutside, perintah dijalankan ketika tombol ditekan kemudian dilepas di luar area
tombol.
• rollout, perintah dijalankan ketika pointer mouse tidak berada pada area tombol.
• rollover, perintah dijalankan ketika pointer mouse berada di atas area tombol.
• dragOut, perintah diajalankan ketika sudah menekan tombol kemudian ditahan keluar area
tombol.
• dragOver, perintah diajalankan ketika sudah menekan tombol kemudian ditahan keluar area
tombol kemudian di bawa ke area tombol lagi.
Nah, sekarang sudah bisa bikin tombol untuk aplikasi sang kodok, sudah terpikirkah aplikasi
yang menyerupai aplikasi sang kodok?, pasti sudah!!, maka sekarang kita akan menuju ke tingkat
lebih seru, yaitu aplikasi penambahan dan penduplikatan movie clip.
2.2 Sang Kodok Beranak
“Tuh kan aneh lagi namanya”, bodo amat!!
Langsung aja, di frame 1 buat seperti berikut :
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
16
Dengan keterangan sebagai berikut :
1. Buat sang kodok menjadi movie clip dengan cara blok sang kodok lalu klik kanan, convert to
symbol dan pilih movie clip
2. Buat inputan untuk jumlah anak sang kodok, pilih text tools lalu pilih propertiesnya input
text, kemudian namakam instante-nya sebagai inputkodok.
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
17
3. Buat tombol enter, caranya sama seperti membuat tombol-tombol sebelumnya,
Isikan scriptnya seperti berikut :
on(release){
jumlah=_root.inputkodok.text;
for(i=1;i<=jumlah;i++)
{
duplicateMovieClip(“sangkodok”,”sangkodok”+i,i);
setProperty(“sangkodok”+i,_x,random(500));
setProperty(“sangkodok”+i,_y,random(300));
setProperty(“sangkodok”+i,_xscale,60);
setProperty(“sangkodok”+i,_yscale,50);
}
}
4. Sekarang jalankan aplikasinya, tekan control+enter, masukkan banyaknya anak sang kodok
semau anda kemudian tekan tombol enter, misal 10 maka hasilnya akan seperti ini :
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
18
“Yoi…yoi.. anaknya jadi banyak, gile menteb bet!!!, tapi jelasin dong scriptnya?”, oke kita
langsung ke scriptnya :
- On (release) digunakan untuk memanggil perintah selanjutnya setelah tombol ditekan
kemudian dilepas.
- Jumlah=_root.inputkodok.text, ini berarti variable jumlah menampung data dari inputan.
_root.inputkodok.text berarti mengambil masukkan data dari user, dimana inputkodok
berada di parent(_root).
- for(i=1;i<=jumlah;i++) adalah syntax untuk looping dari i=1 sampai i kurang dari sama
dengan jumlah.
- duplicateMovieClip(“sangkodok”,”sangkodok”+i,i) adalah syntax untuk memperbanyak
movieclip sangkodok, dan nama duplikatannya adalah sangkodok+i dimana nilai i selalu
berubah. Untuk i yang terakhir adalah untuk meletakkan movieclip ditingkat kedalaman
sebesar i.
- setProperty(“sangkodok”+i,_x,random(500)) adalah syntax untuk mengubah nilai property
letak movie clip sangkodok+i pada sumbu x sebesar nilai random (500) yang berarti
kemungkinan akan berada pada sumbu x sekitar 0-499.
- setProperty(“sangkodok”+i,_y,random(300)) adalah syntax untuk mengubah nilai property
letak movie clip sangkodok+i pada sumbu y sebesar nilai random (300) yang berarti
kemungkinan akan berada pada sumbu y sekitar 0-299.
- setProperty(“sangkodok”+i,_xscale,60) adalah syntax untuk mengubah nilai property ukuran
skala movie clip sangkodok+i secara horizontal sebesar 60.
- setProperty(“sangkodok”+i,_yscale,50) adalah syntax untuk mengubah nilai property ukuran
skala movie clip sangkodok+i secara vertikal sebesar 50.
“Ooo gitu doang ya, trus property yang lainnya dong?”
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
19
Property Keterangan
_alpha Menentukan nilai tansparansi (1-100)
_focusrect Mengakibatkaan kotak kuning akan muncul saat menekan tombol
navigasi (true/false)
_height Mengubah tinggi movieclip
_highquality Mengubah anti aliasing pada movie clip(0,1,2).
_name Memberi nama baru.
_quality Mengubah anti aliasing pada movie clip(low,medium,best)
_rotation Merotasi/memutar movie clip.
_soundbuftime Menge-set seberapa lama movie clip akan memulai streaming
sound.
_x Mengubah posisi movie clip searah sumbu x.
_xscale Mengubah dimensi movie clip secara horizontal.
_y Mengubah posisi movie clip searah sumbu y.
_yscale Mengubah dimensi movie clip secara vertikal.
Bagaimana lebih cepat kan apabila kita menggunakan Action Script untuk menduplikatkan
movie clip, dibanding menggambar satu-satu. Sekarang gimana kalo anda coba property-property di
atas sendiri, ingat practice make perfect, cobalah terus menerus pantang menyerah.
Demikian artikel dari saya semoga artikel yang saya tulis bisa merangsang para pembaca untuk
lebih berkreatifitas. Terima kasih atas perhatian anda, kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan
hubungi penulis di don’t_let_it_be@yahoo.com, kritik atau sarannya juga di tunggu.
Bahan Acuan :
- Macromedia Flash MX Help.
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
20
BIOGRAFI PENULIS
Dimaz Arno Prasetio. Lahir 17 Agustus 1985. Menamatkan pendidikan SMU
nya di SMUN 78 Jakarta Barat, saat ini sedang menyelesaikan S-1 di
STTTelkom Bandung jurusan Teknik Informatika. Penulis sedang menekuni
beberapa bahasa pemrograman dan database diantaranya C/C++, Delphi, VB,
PHP, mysql, oracle, Action Script 2.0. Untuk designnya penulis menggunakan
Macromedia Flash, Macromedia Dreamweaver, Macromedia Fireworks, Adobe
Photoshop, Adobe Ilustrator.
Sekarang penulis aktif dalam penulisan artikel di jasakom.com, dan menjadi admin sebuah situs
event di if06.skistttelkom.or.id. Penulis juga menjadi IT Consultant di Departemen Kehutanan,
Jakarta di bidang system informasi dan database. Senang belajar dan melakukan hal-hal baru
khususnya di bidang musik dan komputer.
Informasi lebih lanjut tentang penulis ini bisa didapat melalui:
Email: dont_let_it_be@yahoo.com

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.

Cara Mempercepat Running Windows…

1
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
23 Cara Mempercepat Running Windows XP
Wisful Alfaris.Hariyanto
Wisful.alfaris@gmail.com
Wishfull_alfa@yahoo.com
http://wishful-alfaris.blogspot.com
Berikut ini terdapat tips2 yang diambil dari artikel pakar luar negeri:
1. Untuk menurunkan waktu booting dan meningkatkan performa, tidak usah
menggunakan software defrag pihak ketiga, gunakan saja perangkat Defragmenter yang
buatan (built-in) Windows, tidak akan jauh beda. Dan juga, sebaiknya menggunakan
Harddisk dengan tipe Ultra-133 atau Serial ATA (SATA) dengan buffer 8-MB.
2. Jika RAM PC kurang dari 512 MB, maka sebaiknya ditambah kapasitas memorinya.
Hal ini relatif tidak mahal dan akan membantu meningkatkan performa sistem Anda
secara dramatis.
3. Pastikan file system yang digunakan Windows XP adalah NTFS. Cara memeriksanya:
a. Buka Windows Explorer (My Computer)
b. Klik kanan pada drive C:
c. Klik Properties.
Kalau ternyata file system Anda menggunakan FAT32, maka untuk mengubahnya
adalah dengan cara sebagai berikut:
- Backup data-data penting dulu ya.
- Klik Start > Run > ketik CMD
- Setelah muncul jendela Command Prompt, ketik:
Code:
CONVERT C: /FS:NTFS
Catatan: Komputer jangan disela ketika melakukan konversi ini, dan juga dalam
keadaan bebas dari virus. File system yang digunakan oleh drive bootable (biasanya C:)
bisa FAT32 atau NTFS. Saya sangat merekomendasikan untuk menggunakan NTFS
demi keamanan superior, ketahanan dan efisiensi ruang yang lebih besar.
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan
secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau
merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen.
Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu
dari IlmuKomputer.Com.
2
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
4. Non aktifkan File Indexing. Layanan File Indexing mengekstraksi informasi dari
dokumen-dokumen dan file-file lainnya yang ada pada harddisk dan membuat sebuah
“searchable keyword index” (index keyword pencarian). Bisa dibayangkan proses ini
sangat memberatkan sistem.
Cara kerjanya sbb:
Seorang user mencari kata, frase, atau properti sebuah dokumen, dari
dokumen-dokumen yang jumlahnya ratusan atau ribuan dan ia tidak tahu nama dari
dokumen yang dicari. Windows XP dengan fungsi built-in search masih bisa melakukan
berbagai macam jenis pencarian tanpa melibatkan Indexing Service. Tapi agak lebih
lama. Sistem Operasi harus membuka tiap file ketika diminta tolong mencari apa yang
user inginkan.
Kebanyakan orang tidak membutuhkan fitur pencarian ini. Yang biasanya membutuhkan
adalah lingkungan perusahaan yang besar dimana ribuan dokumen diletakkan pada
paling tidak satu server. Akan tetapi jika hanya semacam system builder, yang
kebanyakan kliennya adalah bisnis kecil dan menengah, dan jika para klien tidak
membutuhkan fitur tersebut, saya rekomendasikan supaya mendisfungsikannnya
(disable) layanan tersebut.
Caranya Mendisfungsikannya:
a. Buka Windows Explorer (My Computer)
b. Klik kanan pada drive C:
c. Pilih Properties
d. Hilangkan tanda centang (checklist) “Allow Indexing Service to index this disk for
fast file searching.”
e. Klik tombol Apply, muncul: apply changes to “C: subfolders and files”
f. Klik tombol OK.
Jika ada pesan peringatan atau error muncul (seperti “Access is denied”), klik tombol
Ignore All.
5. Update driver VGA dan chipset motherboard, termasuk update BIOS dan
konfigurasinya. Carilah info-info tentang konfigurasi BIOS secara tepat di internet.
6. Kosongkan folder Prefetch windows setiap 3 bulan atau lebih.
Windows XP merekam sebagian dari data atau aplikasi yang sering digunakan agar
membuat proses load kelihatan lebih cepat ketika dipanggil oleh user. Hal ini bagus,
tetapi untuk waktu yang lama, folder prefetch bisa jadi kelebihan muatan referensi file
dan aplikasi yang tidak lagi digunakan. Jika hal itu terjadi, Windows XP akan
membuang-buang waktu dan memperlambat performa sistem, ketika melakukan load
aplikasi atau file. Tidak ada yang penting dalam folder tersebut, dan seluruh isinya aman
untuk dihapus.
Folder tersebut terletak di: C:¥WINDOWS¥Prefetch¥
3
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
7. Sekali sebulan jalankan disk cleanup.
Caranya:
a. Buka Windows Explorer (My Computer)
b. Klik kanan pada drive C:
c. Pilih Properties
d. Klik tombol Disk Cleanup dan delete semua file temporer.
8. Pada Device Manager, klik ganda pada IDE ATA/ATAPI Controllers device, dan
pastikan DMA di-enable (diaktifkan) untuk tiap drive yang terhubung ke Primary
Controller dan atau Secondary controller.
Lakukan hal ini dengan cara:
a. Klik ganda pada Primary IDE Channel. kemudian klik tab Advance Settings.
b. Pastikan Transfer Mode -nya diset pada “DMA if Available” untuk kedua Device 0
dan Device 1.
c. Lakukan hal serupa pada Secondary IDE Channel.
9. Upgrade Pengkabelan.
Untuk peningkatan teknologi harddisk, dibutuhkan pengakabelan yang akan mendorong
performa lebih baik.
Pastikan untuk menggunakan kabel 80-wire Ultra-133 untuk semua device IDE dan
gunakan konektor yang cocok dengan socket Master/Slave/Motherboard.
Kalo Device-nya cuma satu, harus dihubungkan pada konektor yang paling ujung dari
kabel pita (kabel data), jangan pada konektor yang di tengah kabel pita, jika tidak, maka
akan terjadi masalah sinyal. Pada harddisk ultra DMA, masalah sinyal ini bisa
mencegah harddisk memaksimalkan potensinya.
10. Buang semua spyware dari komputer.
Gunakan program gratisan seperti AdAware buatan Lavasoft atau SpyBot Search &
Destroy. Setelah program ini terinstal, pastikan untuk melakukan cek update dan
mendownloadnya jika ada, sebelum melakukan pencarian spyware di komputer.
Apapun program yang ditemukan bisa dihapus secara aman. Semua program gratisan
yang meminta spyware untuk dijalankan tidak akan berfungsi lagi. Jika
program-program gratisan itu masih dibutuhkan tinggal instal lagi saja.
11. Buang semua program atau item yang tidak perlu dari rutin (routin) Windows
Startup dengan menggunakan utilitas MSCONFIG.
Caranya:
a. Klik Start > Run > ketik MSCONFIG > klik OK
b. Klik tab StartUp ?> kemudian hilangkan checklist (tanda centang) dari program yang
4
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
tidak diinginkan.
Tidak paham dengan item-item tersebut? Kunjungi WinTasks Process Library. Situs itu
memuat proses sistem, aplikasi yang diketahui dan juga tentang referensi spyware dan
penjelsannya. Atau bisa diidentifikasi nama item-item tersebut secara langsung dengan
menggunakan google.
12. Buang semua program yang tidak digunakan dari Add/Remove Programs di Control
Panel.
13. Matikan beberapa atau semua animasi yang tidak dibutuhkan dan nonaktifkan
(disable) active desktop.
Pada kenyataannya, untuk optimasi performa, matikan semua animasi. Windows Xp
menawarkan banyak setting-setting yang berbeda pada bagian ini.
Caranya:
a. Klik System Icon di Control Panel
b. Klik tab Advance
c. Klik tombol Settings pada kotak Performance.
d. Hilangkan checklist (tanda centang) opsi apa saja yang tidak ingin dijalankan.
Atau bisa langsung klik pada Radio Button: Adjust for best performance.
14. Kalo bisa mengedit Registry Windows XP, lakukan untuk meningkatkan performa
XP.
Bisa menggunakan software tweak atau manual mengedit registry. Di internet sudah
banyak tersebar.
15. Kunjungi situs update Microsoft Windows secara rutin dan download semua update
yang berlabel Critical.
Download juga Optional update yang dibutuhkan. (ingat, kalau software OS windows
XP -nya bajakan, jangan coba-coba untuk mengupdate, bisa dikasih “stempel” tanda
bajakan sama Microsoft yang justru akan memperlambat sistem ketika booting dan
running).
16. Update anti virus dalam sepekan sekali atau bahkan harian. Pastikan hanya satu
software yang terinstal. Menggabungkan lebih dari satu antivirus hanya akan
mengundang penyakit bagi performa dan kahandalan komputer.
17. Pastikan font yang terinstal kurang dari 500 jenis saja pada komputer. Makin banyak
font, makin lambatlah sistem. Walaupun windows XP lebih efisien dalam menangani
font dari pada versi sebelumnya, tapi kelebihan font akan berdampak pada melemahnya
sistem.
18. Jangan partisi harddisk. (Opsional saja)
5
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
NTFS File System Windows XP berjalan lebih efisien pada satu partisi yang besar. Data
tidak lebih aman pada partisi terpisah, dan format ulang tidak dibutuhkan untuk instal
ulang Sistem Operasi (OS). Satu partisi ini berfungsi agar tidak ada pembatasan oleh
partisi akan tetapi akan dibatasi oleh ukuran kapasitas harddisk itu sendiri. Sehingga
tidak perlu melakukan resize partisi yang meghabiskan waktu dan resiko kehilangan
data.
19. Lakukan pengecekan terhadap sistem RAM untuk memastikan beroperasi dengan
baik.
Saya merekomendasikan untuk menggunakan program gratisan MemTest86.
Setelah didownload, bisa membuat bootable CD atau disket (sesuai pilihan) yang akan
melakukan 10 macam tes pada memory PC secara otomatis setelah malakukan boot
dengan CD atau disket yang dibuat. Biarkan semua tes berjalan sampai paling tidak
melewati 3 tes selesai dari 10 tes. Jika program mendapati error, matikan dan cabut
listrik komputer, cabut RAM memory, ganti dengan yang lain dan lakukan tes lagi.
Ingat, memory yang rusak tidak bisa diperbaiki, dan hanya bisa diganti.
20. Jika terdapat CD atau DVD recorder / writer, carilah update firmware dari pabriknya.
Pada beberapa kasus, upgrade terbukti bisa mempercepat recorder tersebut dan biasanya
gratis.
21. Non aktifkan (disable) service (layanan) yang tidak penting.
Windows XP memasang banyak service yang tidak dibutuhkan. Untuk menentukan
service apa saja yang tidak dibutuhkan, buka situs Black Viper untuk konfigurasi
Windows XP.
22. Jika tampilan tunggal Windows Explorer mengalami masalah ketika menampilkan
file dan menghambat sistem operasi, lakukan langkah berikut:
a. Buka My Computer
b. Klik Tools
c. Klik Folder Options?
d. Klik tab View
e. Geser / gulung ke bawah menuju “Launch folder windows in a separate process”,
aktifkan opsi ini. Setelah komputer di-restart, opsi ini akan berjalan.
23. Setidaknya sekali setahun, buka casing komputer dan bersihkan semua debu dan
“puing-puingnya”. Sementara itu cek juga kipasnya, apakah putarannya masih
proporsional.
6
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com
Biografi Penulis
Wisful alfariss.H lahir di Pangkalan Brandan 18 Maret 1991, SD sampai SMP ditempuh di
Pangkalan Susu. Sekarang sedang menyelesaikan SMK di SANDHY PUTRA MEDAN.
Kegiatannya selain menjadi mahasiswa yaitu aktif menulis artikel-artikel tentang dunia
komputer, artikel-artikel yang sudah ditulis dapat ditemui di http;//wishful-alfaris.blogspot.com
www.ilmukomputer.com,

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.

Menjebol proteksi HOTSPOT…mau?

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Proteksi HotSpot

Hari gini internet kabel ?

Seperti kita ketahui, HotSPOT atau tempat akses internet Wireless dengan standard 802.11b/g sudah bukan barang asing lagi ditelinga kita, dan bila kita berpergian di tempat publik seperti Mall, Cafe, hotel dan kantor, dengan mudahnya kita menemukan fasilitas tersebut.

Namun sangat disayangkan tidak semua penyedia layanan menawarkan fasilitas Internet Wireless dengan gratis, atau kalaupun gratis, sangatlah terbatas.

Salah satu proteksi yang digunakan penyedia layanan wireless adalah dengan membatasi akses internet berdasarkan MAC Address.

Apa itu MAC Adress ?

In computer networking a Media Access Control address (MAC address) or Ethernet Hardware Address (EHA) or hardware address or adapter address is a quasi-unique identifier attached to most network adapters (NICs).

Oke jadi kesimpulannya MAC Address adalah nomer unik yang membedakan setiap perangkat jaringan yang terpasang dikomputer kita.

Bagaimana menjebol Proteksi dengan MAC Address ?

Ada sebuah tools yang sangat bermanfaat untuk anda.Tools itu bernama K-MAC.Anda dapat mendownloadnya disini : http://www.neset.com/download/?k-mac.zip

Dengan tools ini anda akan dapat mengubah MAC-Address anda secara instant :) dan apa artinya ? Anda dapat menjebol Proteksi MAC Address ! Setiap jatah akses internet anda habis dalam waktu 3 jam, yang anda perlu lakukan hanyalah mengubah MAC Address anda, dan lakukan koneksi kembali :)

Lalu bagaimana bila akses Wireless dibuat dengan proteksi yang lain ? Seperti WEP Keys dan WPA/WPA2 Keys ? Itu akan saya bahas lain kali :)

Get it But Use it in a gOOD way..Key

Have a Nice Trying!

1 Komentar

  1. Fren…
    stelh baca jgn di sia2kan ya…bs nambah ilmu km2..

    Berbuatlah itu Ke hal Yang baik

    Moga Sukses


Komentar RSS

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.